Estherlita's posts with tag: coretan
(foto diambil dari www.sweetfactory.com) Artikel yang bagus, kebetulan tema yang sering kami diskusikan dirumah. Kebetulan teman kasih fwd ke saya, dan diposting disini, siapa tau ada yang belum pernah baca. Bagus deh kalau menurut saya.....
Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat ba nyak permen lollipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.
Bob sangat kegirangan melihat ba nyak nya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat ba nyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.
Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa strawberry? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa cokelat chip? Itu juga sangat lezat." Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu ba nyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas ranselnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, "Permennya? saya lupa makan!"
Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. "Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" tanya Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. "Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia ba nyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.
Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa ba nyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu, sehingga ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.
Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Ternyata ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.
Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.
Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada teman-teman saya, biasanya mereka menjawab, "Saya akan bahagia..... ......nanti pada waktu saya sudah menikah, nanti pada waktu saya sudah punya anak, nanti saat saya sudah memiliki rumah sendiri... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya, nanti pada saat penghasilan saya sudah sangat besar, nanti....... ...... dan nanti....... ........"
Pemikiran ' nanti ' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat ' sekarang ' . Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa ' nanti ' bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu ba nyak hal dalam hidup ini untuk masa ' nanti ' bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa ' nanti ' bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.
Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan tanaman atau pohon-pohon di beranda depan rumah kita, pada saat kita duduk sambil berbincang-bincang dan mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk berdiam diri menghampiri Tuhan atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.
Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu ba nyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.
 | Manusia | Dec 16, '07 1:48 PM for everyone |
manusia..... diciptakan oleh sang pencipta, untuk selalu hidup berdampingan dengan damai...
tapi ketika ada manusia lain, mengaku sangat bertoleransi, mengaku menyukai kedamaian, mengaku selalu memberi maaf....
ternyata..... tak seindah janjinya, tak seindah kenyataannya.... ternyata dibalik itu semua, yang terlihat adalah angkara. lupa batas dimana garis damai itu berada, lupa pula pembatas toleransi itu ada dimana, tak guna sebetulnya batas itu dilangkahi, tak perlu juga garis lurus itu dilewati, bila hal yang sekiranya tak juga dipahami, hanya didengar, hanya dibaca, tanpa tau apa artinya, tapi kemudian yang didengar diyakini bahwa itu suatu pembenaran....
agama adalah suatu keyakinan, tiap individu bebas memeluknya, ada batasan yang perlu dijaga, ada juga garis yang tak boleh dilewati, bila ingin hidup dengan damai.
Toleransi yang konon dianut, harusnya dijalankan tanpa perlu melewati batas yang ada... walau kilahnya adalah pembahasan umum. Atau kilah sudah terlalu barat hidupnya.
apa yang perlu dibahas ? akan kah engkau dapet medali dari pembahasan itu ? ataukah emang sengaja kau ciptakan kerusuhan ditengah kebeningan dan kebersamaan yang ada ? lupa bahwa baratpun tak semua sama, yang lebih beradab dan tau batas pun tak kurang, bahkan mereka tau bagaimana bertoleransi yang sesungguhnya, bukan yang hanya dibibir tapi dijalankan selalu.
manusia sesungguhnya selalu merugi dan ternyata itu benar terlihat, diusia yang hampir akhir.... bukan damai yang dicari... bukan kawan yang dicari....
sesungguhnya pula Allah juga tak kan tidur segala yang dzalim pasti akan berbalas entah cepat entah lambat tapi pasti akan datang..... semua pasti dalam rencana sang Khalik. amien.
coretan d'ez. buat semua kaum muslim di MP. Selamat Iedul Adha, Eid Mubarak...... Semoga kita semua dilindungi dari orang yang bathil yang ingin memecah belah kita semua. Semoga tali persaudaraan kita selalu terjalin selamanya.... amien.
| |